Permainan Tradisional sebagai sarana pendidikan Tematik yang Berkarakter

Diposting oleh : Aulia Tahkim Tjokroaminoto | Friday, 25 August 2017. 11.27 WIB
22 Comments

DPP Syarikat Islam mengadakan pelatihan TOT Permainan Tradisional bagi tenaga pendidik sekolah sekolah Cokroaminoto/ Syarikat Islam se Jawa Tengah di Banjarnegara pada 19 dan 20 Agustus 2017 diikuti sekitar 200 peserta yang mewakili satuan pendidikan masing-masing.

Ketua bidang pendidikan Syarikat Islam, H. Agustian menerangkan bahwa selain mengajarkan kearifan lokal, permainan tradisional juga menanamkan nilai-nilai dasar karakter meliputi Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/ Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab, Religious.

Di samping mudah diterapkan dalam pola pembelajaran tematik sesuai Kurtilas, pola ini juga membuat siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran.

Lebih lanjut Agustian mengatakan bahwa saat ini DPP Syarikat Islam sedang menyusun Kurikulum ke SI an, sampai kepada buku ajar untuk diterapkan di sekolah sekolah Syarikat Islam. Bahkan nantinya boleh saja sekolah sekolah di luar Sekolah Syarikat Islam, bila ingin menggunakan kurikulum ini, karena sejatinya Kurikulum yang digali dari Moeslim Nasional Onderwijs ini outcomenya adalah Pemuda/i Muslim/ah yang bersikap setuju dengan zamannya namun tetap kokoh kuat keislamannya.

Sekolah sekolah Syarikat Islam harus sekolah yang memerdekakan. Merdeka dalam bersikap, merdeka dalam berfikir namun bersandar pada Sebersih bersih Tauhid.

Pun Sekolah sekolah Syarikat Islam menjauhkan segala bentuk pengajaran yang merendahkan harkat derajat kemanusiaan. Sehingga lulusan lulusan Sekolah sekolah Syarikat Islam ketika berkiprah di masyarakat, mampu mebuat terobosan terobosan, mencari jalan keluar tapi tidak keluar jalan.

Dalam kesempatan yang sama, Drs. H. Basri, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Cokroaminoto Banjarnegara mengatakan, sekolah2 Cokroaminoto di Banjarnegara bukanlah menghasilkan lulusan seperti produksi batu bata, tetapi sekolah yg menumbuhkan dan membentuk karakter berkepribadian dan keilmuan, cinta pada tanah air dan memiliki keislaman yang kuat.

Sedangkan H. Masdiroh, Spd, MM Kepala Kantor Kementerian Agama Banjarnegara menyebutkan Pelaksanaan TOT tentang permainan tradisional sejalan dng implementasi kurikulum 2013 yg baru di sosialisasikan tahun ajaran ini di tingkat madrasah ibtidaiyah, diharapkan sekolah sekolah Cokroaminoto yg telah meretas desain permainan tradisional dapat berbagi untuk dapat di sosialisasikan di sekolah-sekolah se Banjarnegara

Hadir dalam Acara Pembukaan Pelatihan, Ketua DPC Syarikat Islam Banjarnegara, H Musobihin, Sag, MM, Beliau memberikan pengarahan bahwa permainan tradisional yg dijadikan media ajar sejalan dengan konsep pendidikan yg di gagas oleh HOS Tjokroaminoto sebagai bagian untuk mencintai tanah air dan kebangsaan dengan menyertakan adat istiadat dan budaya.

Selain H. Agustian, dari DPP Syarikat Islam, juga hadir Sekretaris Dewan Ekonomi, Yudhi Irsyadi. Menurutnya, Program Pendidikan dan Program Ekonomi Syarikat Islam saling berkelindan dan tidak bisa dipisahkan. Untuk menumbuhkan kesejahteraan masyarakat maka pendidikan harus ditingkatkan demikian pula untuk meningkatkan pendidikan masyarakat maka kesejahteraan harus ditingkatkan. Karena itu Program Pendidikan dan Program Ekonomi saling bekerja sama untuk menghasilkan lulusan Sekolah sekolah Syarikat Islam yang memiliki jiwa Entrepreneurship atau kewirausahaan.

 

Disamping, Pendidikan Formal, kami juga membuat Sekolah Dagang Syarikat Islam yang mengajarkan kiat kiat untuk menjadi wirausaha sukses. Kedepannya pelatihan pelatihan kewirausahaan akan menjadi mata ajar ekstra kurikuler bagi sekolah sekolah Syarikat Islam. (Dala Mukti)

Komentar


  1. Luar biasa gagasan yang seharusnya didukung oleh semua elemen masyarakat. Apalagi ketika Dunia Pendidikan di Indonesia kehilangan jati dirinya. Anak anak dan guru selalu menjadi kelinci percobaan melalui perubahan kurikulum bersama perbahan kekuadaan.

    • Terima kasih

Komentar anda tentang berita ini :