Rekomendasikan Hari Kebangsaan Indonesia, Mukernas Syarikat Islam ditutup oleh Dr. H.Hamdan Zoelva

Diposting oleh : Aulia Tahkim Tjokroaminoto | Thursday, 13 July 2017. 14.38 WIB
20 Comments

 

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Syarikat Islam resmi ditutup oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH. di Aula Graha Konstitusi, Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Cisarua, Bogor, pada Ahad, 21 Mei 2017 pukul 08.30 WIB.

 

Mukernas yang berlangsung pada 19-21 Mei 2017 tersebut, menghasilkan beberapa keputusan termasuk pokok pikiran yang menjadi rekomendasi. Keputusan Mukernas yang dihadiri oleh 250 peserta dari jajaran organisasi Syarikat Islam tingkat pusat hingga cabang tersebut antara lain:

Pertama :

Tersusunnya Visi 2045 Syarikat Islam. Visi tersebut merupakan pengembangan dari karya historis organisasi pergerakan ini di masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, yang dikenal dengan nama Program Azas dan Program Tandhim Syarikat Islam. Warisan historis ini menjiwai langkah baru yang diamanatkan oleh Kongres Nasional/Majelis Tahkim ke-40 Syarikat Islam pada Desember 2015 lalu. Kongres Nasional yang mengevaluasi perjalanan panjang Syarikat Islam sejak menjadi organisasi pencetus kemandirian ekonomi dan kedaulatan politik bangsa Indonesia tersebut merekomendasikan berbagai hal yang oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam diringkas menjadi empat besaran kegiatan lalu dinamakan dengan Catur Program. Pelaksanaan Catur Program tersebut memerlukan pemahaman yang seragam dalam satu visi yang sama oleh seluruh kader Syarikat Islam tanpa ikatan periode kepengurusan, sehingga diperlukan suatu cara pandang yang sama tentang arah organisasi ini dalam jangka panjang. Penamaan Visi 2045 dimaksudkan sebagai momentum penting bangsa Indonesia di hari jadinya yang seabad pada tahun tersebut.  Mukernas menghasilkan Visi 2045,Syarikat Islam; Organisasi Pergerakan Termaju dan Terdepan dalam Dakwah Ekonomi”. Diharapkan dengan visi ini, seluruh penjelasan arah Syarikat Islam ke depan terkait dengan Catur Program yang meliputi konsolidasi, ekonomi, pendidikan, dan siyasah, dapat dipahami dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh kader Syarikat Islam.

Kedua :

Penyegaran sistem tata kelola organisasi melalui penyempurnaan pedoman-pedoman teknis penyelenggaraan organisasi.

Ketiga :

Rekomendasi-rekomendasi antara lain:

HARI KEBANGSAAN INDONESIA

Rekomendasi kepada pemerintah untuk menetapkan Tanggal 16 Oktober sebagai Hari Kebangsaan Indonesia. Peserta Mukernas berpendapat bahwa polemik tentang Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei yang mengambil momentum berdirinya Boedi Oetomo perlu mendapatkan jalan keluar demi persatuan bangsa.

Walau fakta sejarah memperlihatkan bahwa Boedi Oetomo merupakan organisasi lokal yang hanya menghimpun priyayi Jawa-Madura dengan bahasa resmi organisasi adalah Bahasa Belanda dan Jawa Kromo Inggil, namun Syarikat Islam tidak lagi bermaksud mengklaim Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada tanggal kelahirannya, melainkan menggantinya dengan Hari Kebangsaan Indonesia.

Peserta Mukernas berpendapat bahwa semangat anti penjajahan dan ketidakadilan yang melatari lahirnya Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI), penggunaan pilihan kata “Nasional” dalam kongres-kongres Syarikat Islam, serta terutama pada peristiwa monumental Pidato Zelf-Bestuur HOS Tjokroaminoto, 17 Juni 1916 dalam National Congress (Natico) I Centraal Sarekat Islam di Bandung sangat layak menjadi alasan kebangkitan nasional, namun demi persatuan bangsa, Syarikat Islam mengusulkan agar peristiwa historis kelahiran SDI, 16 Oktober 1905, dicanangkan sebagai HARI KEBANGSAAN INDONESIA.

 

DESA SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN

Rekomendasi kepada pemerintah untuk menekankan pertumbuhan berbasis pedesaan. Peserta Mukernas berpendapat bahwa kemandirian ekonomi yang dimaksud oleh Syarikat Islam dalam visinya tersebut perlu diwujudkan melalui keberpihakan secara tegas kepada basis terdepan ekonomi bangsa ini, yakni masyarakat yang ada di pedesaan. Desa sebagai struktur pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan denyut perekonomian rakyat harus menjadi basis pengembangan ekonomi demi tercapainya pemerataan. Segala ikhtiar yang sudah pernah dicanangkan seperti program kredit ringan, lembaga keuangan mikro syariah, koperasi dan sebagainya hendaknya dikuatkan di pedesaan.

Aspek lain yang dicakup dalam rekomendasi tersebut adalah program pendidikan untuk rakyat di pedesaan yang kompatibel dengan prinsip “Desa sebagai Pusat Pertumbuhan” tersebut. Pendidikan vokasi berbasis sosio-demografi menjadi bagian terpenting dari upaya yang harus dijalankan demi mendukung tampilnya desa-desa di Indonesia sebagai pusat pertumbuhan.

Demikian juga dengan insfrastruktur berupa sarana produksi, transportasi, komunikasi dan informasi mutakhir seperti internet harus tersedia secara merata dengan kualitas yang baik di seluruh pelosok desa di Indonesia. Perangkat pelayanan masyarakat desa berbasis teknologi digital untuk mempermudah pekerjaan dan kegiatan rakyat juga merupakan bagian terpenting dari peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur tersebut.

PUSAT PELATIHAN DAGANG, BUDAYA, DAN SIYASAH

Rekomendasi kepada Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam untuk melaksanakan rancangan pendidikan dan pelatihan dalam bidang perdagangan. Kebutuhan untuk melahirkan pengusaha atau entrepreneur tangguh merupakan bagian yang harus diusahakan sungguh-sungguh oleh Pengurus Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam. Syarikat Islam harus mencetak pengusaha yang dapat bersaing menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Rekomendasi kepada Pimpinan Pusat/lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam untuk melaksanakan rancangan pendidikan budaya kaum Syarikat Islam. Syarikat Islam harus sanggup memanfaatkan perangkat kultural untuk dapat hidup dan membaur dalam denyut peradaban bangsa dengan segala karakteristik keberagamannya. Kekuatan budaya seharusnya menjadi pondasi bangsa untuk mencegah infiltrasi ideologi asing yang bertentangan dengan karakteristik kebudayaan nasional Indonesia.

Rekomendasi kepada Pimpinan Pusat/Lajnah Syarikat Islam untuk untuk melaksanakan rancangan pendidikan politik atau kursus siyasah guna menghasilkan politisi yang menjunjung tinggi etika Islam dan kompeten serta berdedikasi tinggi bagi Islam, bangsa, dan negara.

 

KANTOR DAGANG SYARIKAT ISLAM

Direkomendasikan kepada seluruh DPW dan DPC untuk mendirikan Kantor Dagang Syarikat Islam guna menjalankan program ekonominya. Selain  itu kantor tersebut akan menjadi pusat konsultasi ekonomi dan bisnis untuk para pemangku kepentingan di tempatnya masing-masing.

 

Keputusan Mukernas tersebut akan menjadi prioritas kerja seluruh jajaran kepengurusan Syarikat Islam hingga tingkat Ranting yang akan dievaluasi pada Mukernas tahun berikutnya.

Cisarua, 21 Mei 2017

 

Aulia Tahkim Tjokroaminoto

Ketua Panitia

 

Komentar


Komentar anda tentang berita ini :